Selasa, 08 Mei 2012

Main Judi, Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Ditangkap
 ILUSTRASI
MEDAN — Polresta Medan dengan pimpinan Kanit Vice Control (VC) Polresta Medan Ajun Komisaris Edy Safari berhasil mengamankan pemain berikut barang bukti judi kartu dan judi bola di Jalan Karantina No 37-R Medan dan Lapangan Golf Martabe, Tuntungan.
Dalam penggerebekan pada Minggu (6/5/2012), polisi berhasil mengamankan tiga orang pemain dari Lapangan Golf Martabe Tuntungan. Salah satunya adalah mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumut berinisial PN dan barang bukti berupa dua set kartu leng serta uang tunai ratusan ribu rupiah.
"Para pemain judi sempat diperiksa Unit VC, salah satu pemain adalah tokoh politik Sumut. Namun, ketiganya mengaku bermain untuk kesenangan saja, maka dibebaskan dan hanya dikenakan Pasal 303, jadi tidak bisa ditahan," kata Edy, Senin (7/5/2012).
Dari tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Karantina, polisi berhasil mengamankan seorang bandar judi bola berinisial Wl (35) berikut barang bukti tiga unit handphone, satu unit laptop, uang tunai Rp 500.000, dua unit kartu ATM, dan satu lembar kertas jadwal pertandingan. "Ditetapkannya Wl sebagai tersangka dan diduga sebagai bandar karena saat penggerebekan Wl tertangkap tangan sedang merekap taruhan judi bola," kata Edy.
Penggerebekan markas judi tersebut berkat informasi warga setempat yang menyatakan bahwa lokasi itu kerap dijadikan tempat berkumpulnya orang-orang yang bertaruh judi.

Senin, 07 Mei 2012

AKBP Mindo Dituntut Seumur Hidup
Ajun Komisaris Besar Mindo Tampubolon menjadi saksi perkara pembunuhan istrinya, Putri Mega Umboh di Pengadilan Negeri Batam,
BATAM - Persidangan Ajun Komisaris Besar Mindo Tampubolon memasuki babak akhir. Polisi yang didakwa membunuh istrinya, Putri Mega Umboh itu, akan mengikuti sidang tuntutan, Senin (7/5/2012) di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau.
Persidangan terhadap perwira Polda Kepri itu sudah berlangsung sejak Februari 2012. Sedianya, pembacaan tuntutan dibacakan Senin pekan lalu. Namun, saat itu jaksa penuntut umum (JPU) tidak siap dan meminta tambahan waktu.
Hakim memberi JPU waktu sepekan. Karena itu hari ini JPU dijadwalkan membacakan tuntutan pada Mindo.
Kasus itu bermula dari Kematian Putri, Jumat (24/6/2011). Mayat Putri ditemukan dua hari kemudian di kawasan hutan Punggur, Batam.
Selain Mindo, kasus itu juga menyeret mantan pembantu rumah tangga Mindo, Rosita alias Ros alias Rosma sebagai terdakwa. Teman Ros, Gugun Gunawan alias Ujang juga menjadi terdakwa dalam kasus itu.

Tuntutan itu dibacakan jaksa dalam sidang, Senin (7/5/2012) di Pengadilan Negeri Batam, Kepulauan Riau.
Jaksa menilai Mindo terbukti membunuh istrinya, Putri Mega Umboh pada 24 Juni 2011. Pembunuhan itu dilakukan bersama Rosita alias Ros alias Rosma dan Gugun Gunawan alias Ujang.
Jaksa menyatakan Mindo melanggar pasal 340 KUHP. Karena itu hakim diminta memvonis Mindo penjara seumur hidup.

Minggu, 06 Mei 2012

Gara-gara Masak Mi, Rumah Hangus Terbakar
 rumah hangus terbakar.
PADANG - Sebuah rumah semipermanen di Jalan Bahari Nomor 46-A RT1/RW 3 Kelurahan Ulak Karang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, hangus terbakar. Diduga, kebakaran akibat kompor yang tengah digunakan untuk memasak mi instan meledak, Sabtu (5/5/12).

Jusni (45), salah seorang warga setempat mengungkapkan, api pertama kali membakar warung yang terletak di bagian belakang rumah milik Jafrida (35) itu sekitar pukul 13.00 WIB.

"Dia (Jafrida) sedang memasak mi instan tapi kompor ditinggal dalam keadaan menyala. Tiba-tiba terlihat asap mengepul dari warung. Saat saya lihat, sebagian barang dagangan juga sudah habis terbakar," ujarnya.

Sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman dengan mengambil air dengan menggunakan timba dari sumur yang jaraknya sekitar 30 meter dari warung. Sebagian warga lain juga berusaha menolong dengan membawa air dari rumah mereka masing-masing.

Namun upaya itu sia-sia karena api terus saja membesar dan membakar seluruh rumah. Dalam kejadian itu hanya sedikit barang-barang yang bisa diselamatkan. Sementara warga yang rumahnya berdekatan juga langsung mengevakuasi barang-barang milik mereka.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta 18 petugas baru tiba di lokasi setelah satu jam berselang. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Budhi Erwanto mengungkapkan, pihaknya sempat salah jalan untuk menemukan lokasi kejadian, sehingga terlambat sampai di lokasi.

Petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi kerugian diperkirakan mencapai Rp 35 juta.

"Tim masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran itu, namun dugaan awal rumah terbakar akibat kelalaian pemilik," kata Budhi.

Sabtu, 05 Mei 2012

Aparat Gabungan Lakukan Patroli di Mesuji
 
Aparat gabungan Polri dan TNI melakukan patroli dan penyisiran di sekitar kawasan perkantoran Pemkab Mesuji, Lampung
MESUJI - Aparat gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP, melakukan patroli gabungan di sejumlah obyek vital milik Pemerintah Kabupaten Mesuji, Lampung, Sabtu (5/5/2012) ini.
Wakil Kepala Polres Tulang Bawang, Komisaris Arfan Rifai, mengatakan, patroli oleh unsur gabungan itu dilakukan di jalur-jalur yang dianggap rawan dan 19 titik berupa aset atau kantor dinas Pemkab Mesuji.
"Situasi sudah kondusif sebetulnya. Ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai kejadian terulang lagi," ujarnya.
Setiap kantor dinas ini yang terpencar di Tanjung Raya dijaga pula aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP. Ditanya sampai kapan penjagaan dilakukan, ia menjawab, "Sampai aman betul."
Sebelumnya sempat muncul isu akan adanya anarkisme susulan, menyusul kepastian diberhentikannya Wakil Bupati Mesuji Ismail Ishak. Surat keputusan pemberhentian Ismail diserahkan, Jumat (4/5/2012). Namun, isu ini dibantah polisi.

Jumat, 04 Mei 2012

Bertengkar, Dedi Tembak Irwan Hingga Tewas
ILUSTRASI
MEDAN - Diduga berawal dari sebuah pertengkaran, Dedi (35) warga Medan Tembung, tega menembak temannya sendiri Irwansyah (38) warga Pasar V Gang Bubah Medan Marelan. Kejadian mengenaskan ini terjadi di Jalan Letda Sujono Gang Setapak, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung, sekira pukul 14.00 WIB, Kamis (3/5/2012) kemarin.

Halim (45) dan istrinya, warga setempat, mengatakan, sempat melihat dua orang pria melintas di jalan setapak yang jarang sekali dilalui orang. Selang beberapa menit kemudian, Halim mendengar suara tembakan sebanyak dua kali. Terkejut, ia dan istrinya yang saat itu sedang berada di rumahnya langsung keluar dan mencari asal suara.

"Awalnya aku mendengar suara orang berantam. tak lama terdengar suara tembakan, kami keluar rumah. Ternyata korban sudah tergeletak di tengah gang sambil memengang perut sebelah kirinya," katanya.

Salah seorang pelaku penembakan hanya berdiri saja melihat korban terkabar kesakitan. Tak lama, ia lalu mengambil ponsel korban lalu kedua pelaku pergi begitu saja meninggalkan korban dengan menumpangi angkot. Sekitar dua puluh menit korban masih dibiarkan terkapar di tengah jalan, sampai salah seorang tetangga korban berinisiatif mengangkatnya ke depan gang. Korban kemudian dinaikkan  ke atas becak motor menuju RS Martondi.

Tak lama, petugas Mapolsekta Percut Sei Tuan yang dipimpin langsung Kepala Polsek Maringan Simanjuntak datang ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Ayah korban Fadli (58) warga Jalan Trikora Tegal Sari Mandala III Nomor 26 Medan, yang datang ke rumah sakit melihat kondisi korban tak dapat menyembunyikan sedihnya.

Ia melihat korban terbujur kaku tak sadarkan diri sambil mengorok. Ia lalu memindahkan anaknya ke RSU Pirngadi Medan. Tragisnya, di perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Kepala Polsekta Kompol Maringan mengatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut. "Masih dalam penyelidikan," katanya.

Sementara itu, pihak RSU Pirngadi belum melakukan otopsi karena masih menunggu surat keterangan visum dari Mapolresta Medan. Di samping itu, pihak keluarga melalui istri korban Siti Elvijulianti Batubara keberatan suaminya diotopsi.

Informasi terakhir di Mapolresta Medan menyebutkan, saat ini tersangka telah diamankan dan sedang dilakukan pengembangan. "Tersangka kita amankan dari kawasan Sunggal saat berada di rumah pacarnya. Jenis senjata yang digunakan adalah revolver," kata seorang perwira yang namanya tidak mau sebut. 

Kamis, 03 Mei 2012

Gedung Pemkab Mesuji Dibakar Massa
Kantor Pemkab Mesuji Dibakar Massa, Kamis (3/5/2012).
BANDAR LAMPUNG — Gedung kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mesuji di Brabasan dibakar massa, Kamis (3/5/2012) sekitar pukul 12.45 WIB. Massa yang mengamuk dan membakar kantor Pemkab Mesuji ini berjumlah sekitar 500 orang.
Kelompok massa ini salah satunya adalah dari pendukung Wakil Bupati Mesuji Ismail Ishak. Menolak pemberhentian Ismail, sejak Senin (30/4/2012) mereka bertahan di depan Kantor Pemkab dan menyegel ruangan di kantor ini.
Kepala Polres Mesuji Ajun Komisaris Besar Nazaruddin membenarkan bahwa pembakaran kantor Pemkab itu dilakukan ratusan orang. Namun, dia tidak mengetahui persis jalannya aksi anarkistis itu.
"Soalnya, kami tadi fokus mendampingi Pak Bupati (Khamamik) di acara seminar di Bandar Lampung. Ini saya lagi di jalan ke Mesuji," tuturnya.
Ia dan Bupati Mesuji Khamamik hari ini pergi ke Bandar Lampung untuk menghadiri seminar soal infrastruktur. Namun, menurut Nazaruddin, aksi itu diduga dipicu protes sekelompok massa terkait rencana pemberhentian Ismail Ishak.

Selasa, 01 Mei 2012

Buruh Batam Mulai Parade
 Sekitar 2.000 anggota Serikat Pekerja Metal Indonesia mulai berparade, Selasa (1/5/2012) dari kawasan industri Batamindo
BATAM,  - Sekitar 2.000 anggota Serikat Pekerja Metal Indonesia mulai berparade, Selasa (1/5/2012) dari kawasan industri Batamindo. Mereka menuju Kantor Walikota Batam.
Parade itu bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional pada Selasa ini. Anggota Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Batam bergerak dari beberapa titik.
Dari kawasan industri Batamindo muncul parade gabungan buruh kawasan Muka Kuning dan Tanjung Uncang. Nereka berasal dari berbagai pabrik, galangan kapal, dan perusahaan lain di kedua kawasan industri tersebut.
Massa buruh menguasai kedua lajur jalan Muka Kuning-Batam Center. Perempatan Muka Kuning diblokade total sejak pukul 07.30.